Bitcoin Mining

Mining itu bukan menambang emas digital pakai cangkul. Mining itu lomba menebak: mencari satu angka bernama nonce yang bikin hash blok memenuhi aturan. Di simulator ini kalian merasakan sendiri kerja yang dilakukan jutaan mesin di seluruh dunia, dalam versi mini.

# Kenapa ini penting?

Banyak orang dengar kata mining dan membayangkan komputer memecahkan soal matematika rumit. Kenyataannya lebih sederhana: komputer cuma menebak angka. Proses tebak-menebak ini punya nama resmi: Proof of Work, bukti bahwa ada kerja nyata (mesin, listrik, waktu) yang dibayar untuk setiap blok. Ibarat materai di dokumen: murah untuk dicek, tapi menandakan proses yang tidak bisa dipalsukan begitu saja.

Di jaringan Bitcoin asli, jutaan mesin balapan menebak di blok yang sama. Siapa yang menemukan nonce valid duluan, dia yang berhak menambahkan blok ke rantai dan mendapat hadiahnya: Bitcoin baru (block reward, saat ini 3.125 BTC) plus biaya transaksi di blok itu. Karena tiap blok butuh kerja nyata, mengubah sejarah transaksi berarti mengulang semua kerja itu. Di situlah keamanan Bitcoin berdiri.

» Cara pakai simulatornya

Blok di bawah berisi nomor blok, nonce, dan data. Hash-nya dihitung dari gabungan ketiganya. Aturannya: blok dianggap valid kalau hash-nya diawali sejumlah nol. Klik Mine, dan komputer kalian mencoba nonce 0, 1, 2, dan seterusnya sampai ketemu yang lolos. Tidak ada jalan pintas, satu-satunya cara ya mencoba.

Coba juga ubah isi Data setelah blok valid: satu huruf saja langsung bikin blok merah lagi, dan kerja menebaknya harus diulang dari nol.

Blok #1 Invalid
Aturan mining: blok valid kalau hash diawali 0000
hash = SHA256( nomor_blok + nonce + data )
Hash blok ini
/ bedanya dengan bitcoin asli

1 Double SHA-256 di header blok

Bitcoin asli tidak menghash data mentah seperti di sini. Yang dihash adalah header blok 80 byte: versi, hash blok sebelumnya, merkle root dari semua transaksi, timestamp, target, dan nonce. Hash-nya pun dua lapis: SHA-256 dijalankan dua kali.

2 Target angka, bukan hitung nol

Aturan aslinya: hash (dibaca sebagai angka 256 bit) harus lebih kecil dari sebuah angka target. Aturan "diawali sekian nol" di simulator ini adalah penyederhanaan yang enak dilihat mata, prinsip kerjanya sama persis.

3 Kesulitan menyesuaikan diri

Setiap 2,016 blok (sekitar 2 minggu), jaringan Bitcoin mengatur ulang target supaya rata-rata satu blok tetap ditemukan tiap 10 menit, tidak peduli berapa banyak mesin yang ikut menebak. Makin ramai penambang, makin sulit tebakannya.

Satu blok sudah kalian taklukkan. Sekarang lihat kenapa merangkainya justru jadi benteng, di simulator Blockchain.